Ampera Tempoe Doeloe (Part 2 – end)
Lanjutan kemaren …
Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan.
Saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara
. Setelah terjadi pergolakan politik tahun 1966 (ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat) nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).
Sekitar tahun 2002, ada usulan untuk mengembalikan nama “Bung Karno” sebagai nama Jembatan Ampera ini. Tapi usulan ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakat.
Sebenarnya
Bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit.
Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.
Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya.
Pada tahun 1990, kedua bandul pemberat di menara jembatan ini diturunkan untuk menghindari jatuhnya kedua beban pemberat ini.
Hmm, Indahnya memahami warisan budaya negeri sendiri
.
Hai !!!
Tulisan diatas dibuat oleh saya, Rakhmad Apriansyah
Seorang pemuda ganteng Indonesia, hm hm hm ... Anda suka dengan artikel ini? Boleh kok disalin. Tapi, jangan lupa beri komentar dulu untuk perbaikan saya kedepannya. Atau mau lihat tulisan saya yang lain? klik disini. Anda bisa mendapatkan update artikel ini, dan juga mengetahui artikel terbaru saya yang lain dengan berlangganan, baik melalui feed ataupun email feed. Terima kasih telah berkunjung !!!.





coba masih bisa dinaik turunin,pasti asik ya..:)
wahhh… keren… keren yang dulu tuh, bisa dinaek turunin…
Jembatan yang historis yah..
Belum pernah kesana
kemarin saya baru abis jalan2 di ampera
Wow, saya baru tahu lho kalo jembatannya bisa diangkat…. Hebat…
Ayah saya ga ngasih tahu saya ini, padahal ayah saya orang Pelambang.