Dear Teman-temanku semua,

.
Selengkapnya »

blogging, Sorry

Pak Bos Bon

Pak Bon, seorang direktur perusahaan air minum. Hari ini ia mengundang banyak investor untuk ikut andil dalam proyek terbarunya.

Setelah para Investor hadir, Pak Bon berfikir bagaimana cara agar Investor yang baru atau bahkan belum mengenalnya itu, yakin dengan kredibilitasnya. Maka Pak Bon pun beraksi.

Pak Bon pun nampak terburu-buru, “Ehm, maaf Bapak Ibu. Sebenarnya saya mengundang beberapa orang lagi, bagaimana sembari menunggu. Bapak Ibu nikmati dulu makanannya sementara saya harus menelpon partner bisnis saya yang lain!”.

Ya, boleh boleh ”, sahut para investor sambil mengangguk. Pak Bon lalu bergaya, mengangkat telepon, dan menelpon seseorang,
Selengkapnya »

refresh

Ia?

Ia?

.

Ia mengambil, seakan miliknya, padahal bukan. Di sepi, ia tersenyum. Lama, datang petugas membujuk, membawanya. Tapi ia tetap tersenyum.

.

Aha!, Fiksi Mini diatas adalah fiksi mini, bikinan saya, :)

Dan Fiksi Mini ini diikutsertakan dalam “Kontes Fiksi Mini” yang diselenggarakan oleh “Wi3nda”.

Mau ikutan? Buruan!, lumayan ngeramein :) .

.

gaya

Apa apaan aja ah …

Hallo teman-teman semua …

Ya! bikin judul asal-asalan, ha ha ha

boleh ya? . . .

Gini,

Web blog ini kan masih baru. Dan, terus terang aja sampe hari gini …

Saya masih bingung nih :( ,

.

buat nentuin tema blog ini, mau dibikin blog yang informatif, saya mah kurang banyak informatif di bidang tertentu. Mau bikin jadi blog curhat, saya juga kurang suka curhat :) . Atau
Selengkapnya »

productivity, Sorry

Google Bisa Error Juga Ya

Hmm,

Indahnya hidup ini, hari selasa gak ada kerjaan. Walaupun mau posting dan bingung mau nulis apa. Ya buka email ajaa ah!

Langsung tuh saya buka email di sitenya Mbah Gugel. Dan, Oalaaa …

Kok Gini Yah ???

Ada error pas mau buka email ane. Tuh kejadiannya jam setengah dua belas siang ini. Waw @^$%@!$% !!!!!! ?????
Selengkapnya »

internet

Ampera Tempoe Doeloe (Part 2 – end)

Lanjutan kemaren

Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan.

Saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara :) . Setelah terjadi pergolakan politik tahun 1966 (ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat) nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

Sekitar tahun 2002, ada usulan untuk mengembalikan nama “Bung Karno” sebagai nama Jembatan Ampera ini. Tapi usulan ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakat.
Selengkapnya »

budaya, Sejarah

Ampera Tempoe Doeloe (Part 1)

Alhamdulillah dapet ide posting, hari ini saya mau posting tentang daerah saya ya, Palembang.

Bukan sok rasis, tapi kan mencoba menelusuri dan mensyukuri kembali warisan daerah dan insyaAllah menjadikannya sebagai budaya yang patut dibanggakan, betul? :)

Hmm, dulu kota Palembang pas zaman Belanda terdiri atas dua bagian, yaitu hulu dan hilir. Dipisahkan oleh sungai , namanya sungai Musi.

Lalu ada ide, untuk menyatukan dua daratan itu dengan jembatan, banyak usaha dilakukan. Sayangnya, hingga Belanda meninggalkan Indonesia, proyek itu tidak pernah terwujud.
Selengkapnya »

politik, Sejarah

SPAM

Wah wah!

Belum ditinggal sepuluh hari, di inbox komen blog ini sudah diisi 40-an sampah komentar. Memang sih, jumlah ini bagi para blogger, mungkin sedikit. Tapi liat aja berapa komentar masuk selama ini?

Kayaknya banyakan spamnya ya?
Selengkapnya »

blogging, internet, Sorry

Flash Untuk RA Kartini

Berhubung Kemaren saya nulis artikel yang banyak tulisannya. Sekarang saya pengen nampilin artikel yang ada flash nya. Flashnya tipe XML JPG jadi loading gambarnya sambil jalan. Tapi maaf ya, kalau sampe tetep nyedot banyak bandwith. :)
Selengkapnya »

budaya, politik, Sejarah